Apartment type studio

Hari Sabtu pagi tgl 8 Dec 2007, ada acara di tv tentang kerjasama salah satu bank pemerintah terbesar di Indonesia dengan beberapa developer properti. Salah satunya properti apartemen di Kemayoran yang sering gue lewatin tiap pulang kerja. Gue berdua papa Dhika tertarik deh mo tanya2 lebih jauh tentang apartemen itu. Soalnya dari spanduk yang byk bertebaran di Sunter, harga apartemennya lumayan murah dimulai dari 185jutaan * (pake bintang. mencurigakan).

Jadi gue angkat telpon trus tanyain deh ke marketing apartemen tsb. Olala ternyata bener kan feeling gue. Harga 185jutaan itu utk apartemen tipe studio seluas 32m2, belum plus pajak blablabla. Totalnya 200jutaan. Trus utk yang 1 bedroom 300jutaan, utk 2 bedroom 400jutaan. Glek…mahal bgt ya? Mending beli rumah yang injek tanah (meminjam istilah Nat).

Hari Minggu kemaren, papa Dhika akhirnya masang komputer di kamar. Setelah komputernya dulu diturunin untuk dipake di warnet. Sekarang komputer warnet dinaikin satu utk dipake di kamar. Abis kalo warnet lagi rame, kita sebagai pemilik malah ga bisa menikmati fasilitas inet gratis 24 jam. hehe =p

Pas lagi atur posisi meja komputer di kamar, gue jadi ngeri meliat isi kamar gue begitu penuh sesak. Bener2 udah mirip apartemen tipe studio deh. Secara semua barang masuk ke kamar tidur gue. Ada dua kasur (1 ukuran king, 1 ukuran single), lemari baju 4 pintu, lemari baju Dhika yang kecil 2 pintu, meja rias, container, box bayi Dhika, 2 meja nakas, meja tv+tvnya dong, meja dispenser+dispensernya tentunya, trus satu lagi lemari buku gue dan ditambah lagi meja komputer yang baru ikut menghuni kamar hari Minggu lalu. Duh kebayang gmn penuhnya isi kamar gue kan? Dan luas kamar tidur gue itu lebih gede dari luas apartemen studio yang di Kemayoran itu lho. Kebayang kalo gue harus tinggal di apartemen tipe studio itu. Bisa2 gue terjebak di antara2 barang2 gue dan ga bisa bergerak bebas. hahaha =D

Yah gini deh nasib tinggal di rumah yang juga dijadikan tempat usaha. Ga bisa rapi ditata. Untung rumah gue 2 lantai. Jadi kamar tidur gue yang di lantai atas tidak terganggu suara berisik dari warnet. Lantai bawah rumah gue 80% udah dibabat utk tempat warnet. Tinggal space kecil tempat meja makan, kulkas, meja tv,trus kamar pembantu,dapur plus kamar mandi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s